Wujudkan Sekolah Ramah dan Anti-Kekerasan, Siswa Baru SMAN 1 Lembak Antusias Ikuti MPLS

Muara Enim, Sriwijaya News — Sebanyak 198 siswa baru di SMA Negeri 1 Lembak antusias mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Senin (13/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026) ini, mengusung konsep sekolah ramah anak sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ketua Pelaksana MPLS sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan SMAN 1 Lembak, Aprida Rosanti, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS kali ini berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Konsep ramah anak ini sengaja diterapkan untuk memastikan tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan maupun perpeloncoan. Sebelum pelaksanaan MPLS dilakukan sosialisasi kepada orang tua Murid guna memperkenalkan MPLS Ramah kepada Orang tua. 
"Tujuan utama dari MPLS ramah ini adalah menciptakan suasana anti-kekerasan dan anti-perpeloncoan. Kami ingin anak-anak merasa ceria, menyerap nilai-nilai 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), serta menumbuhkan jiwa Anak Indonesia Hebat," ujar Aprida Rosanti.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat lancar. Antusiasme yang tinggi terlihat dari raut wajah para peserta yang mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat dan kegembiraan, selaras dengan tema besar yang diusung tahun ini. Keterlibatan aktif dalam penyampaian materi juga dimotori secara kolaboratif oleh dewan guru dan jajaran pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Guna memperluas wawasan para siswa baru, pihak sekolah juga membangun sinergi lintas sektor dengan menghadirkan narasumber eksternal dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Lembak. Tim medis dari Puskesmas diundang secara khusus untuk membekali para siswa mengenai materi bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Lembak, H. Saihul, S.Pd., MM., menyampaikan harapan besarnya terhadap output dari pelaksanaan MPLS ini. Pihak sekolah menekankan bahwa pengenalan lingkungan sekolah tidak boleh berhenti pada tataran pemahaman teori semata.

"Kami berharap murid-murid tidak sekadar mendapatkan materi secara teori. Mereka harus cenderung mempraktikkan dan merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terbentuk karakter anak yang disiplin," tutur H. Saihul.
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya menumbuhkan motivasi internal dalam diri setiap peserta didik. Pihak sekolah ingin memastikan bahwa dorongan untuk menuntut ilmu lahir dari kesadaran pribadi, bukan karena paksaan.

"Keinginan pergi ke sekolah harus didasari oleh kesadaran diri sendiri. Mudah-mudahan dengan menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini, bekal karakter yang didapatkan di SMAN 1 Lembak dapat berguna, baik untuk kehidupan kerja maupun saat terjun di tengah bermasyarakat nanti," pungkasnya. (Tim) 

Diberdayakan oleh Blogger.