SMA Negeri 17 Palembang Resmi Jadi Sekolah Model PM-KKA, Siap Cetak Generasi Unggul Digital

PALEMBANG – Dunia pendidikan di Sumatera Selatan mencatatkan sejarah baru. SMA Negeri 17 Palembang secara resmi ditetapkan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Penetapan strategis ini disahkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026. Melalui keputusan tersebut, SMAN 17 Palembang kini resmi mengemban amanah sebagai satuan pendidikan percontohan (vanguard) yang menerapkan praktik pembelajaran modern guna menjawab tantangan zaman.
Sebagai wujud keseriusan dalam mengemban amanah baru ini, pihak sekolah bergerak cepat dengan menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Sekolah Model PM-KKA. 

Agenda ini diikuti oleh seluruh jajaran guru serta pegawai, dengan menghadirkan narasumber ahli dari Fasilitator Sekolah Model serta perwakilan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Melalui sosialisasi tersebut, seluruh warga sekolah diberikan pemahaman komprehensif mengenai teknis pelaksanaan kurikulum, strategi pengajaran koding, hingga pengintegrasian kecerdasan artifisial (AI) dalam proses pembelajaran di ruang kelas.
Kepala SMAN 17 Palembang, Dra. Hj. Purwiastuti Kusumastiwi, M.M., menegaskan bahwa pihak sekolah langsung mengambil langkah konkret setelah sosialisasi selesai. Langkah nyata tersebut diwujudkan lewat pembentukan tim khusus yang bertugas menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL).
"Tim ini akan bekerja secara intensif untuk membahas dan menyusun RTL setiap tiga bulan sekali. Evaluasi berkala ini wajib dilakukan guna memastikan setiap tahapan implementasi berjalan sesuai rencana, melakukan perbaikan yang diperlukan, dan menjaga konsistensi perubahan jangka panjang," tegas Purwiastuti.

Lebih lanjut, program Sekolah Model di SMAN 17 Palembang ini bertumpu pada dua pilar utama yang saling melengkapi:
   1. Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM): Berfokus untuk membentuk 8 Dimensi Profil Lulusan. Melalui pilar ini, murid diajak memahami konsep secara holistik dan mampu menerapkannya dalam situasi nyata, bukan sekadar menghafal materi teks.
   2. Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA): Dihadirkan sebagai mata pelajaran pilihan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) dengan keterampilan digital yang matang. Murid dilatih berpikir kritis, logis, dan sistematis guna menjawab tantangan kesenjangan talenta digital di Indonesia.
Keberhasilan transformasi digital di SMAN 17 Palembang ini nantinya akan diukur secara ketat melalui Tiga Pilar Kriteria Keberhasilan (Success Criteria), yang meliputi:
* Keunggulan Belajar Murid: Ditandai dengan peningkatan hasil belajar yang bermakna dan penguasaan talenta digital.
* Keunggulan Mengajar Pendidik: Ditandai dengan hadirnya guru yang inovatif serta adaptif terhadap teknologi pedagogi terbaru.
* Keunggulan Kepemimpinan Kepala Sekolah: Ditandai dengan manajemen yang konsisten dalam mengevaluasi dan mereplikasi praktik baik secara berkelanjutan.

Menindaklanjuti hasil koordinasi bersama Kemdikdasmen, para pendidik di SMAN 17 Palembang langsung menunjukkan komitmen nyata di lapangan. Salah satunya diimplementasikan melalui Kegiatan Belajar Bersama mengenai pemanfaatan papan interaktif digital (interactive whiteboard).

Dalam sesi pelatihan tersebut, para guru antusias mengeksplorasi fitur-fitur teknologi layar sentuh interaktif. Penguasaan alat digital mutakhir ini menjadi modal utama sekolah dalam menyajikan metode pembelajaran Koding dan AI yang lebih visual, dinamis, dan interaktif bagi para murid.
Melalui kesiapan matang pada aspek infrastruktur dan SDM ini, SMAN 17 Palembang siap menjadi garda terdepan di Sumatera Selatan dalam mencetak generasi emas yang cerdas secara kognitif sekaligus mahir secara teknologi. (red) 

Diberdayakan oleh Blogger.